Kamis, 19 Februari 2015

Cerpen : Berdiri di Atas Mimpi

Berdiri di atas mimpi

OLEH : AHMAD TAKBIR ABADI

Seorang anak yang bisa di katakan tak mampu berjuang hidup bersama ayahnya. Anak ini hidup dengan kasih sayang yang di buaikan oleh sang ayah. Dengan motivasi yang ada pada dirinya untuk tetap memegang kepercayaan dari Tuhan untuk hidup, beliau tak gentar untuk bekerja demi sang anak untuk terus menggandeng tas sekolahnya. 

Keringat lesu yang membuat ayah memahami makna kehidupan dunia, bahwa hidup ini sangat keras, kadang kita berada di atas bahkan kita juga tak berada di mana-mana atau terpuruk. Sang ayah juga tak lupa untuk tetap teguh memegang panji-panji ayat suci dari Allah swt. Ayah selalu mengajarkan anaknya sopan santun, adat istiadat, dan perilaku terpuji.




Anak ini sering bermimpi bahkan dia sangat menyukai yang namanya mimpi, sang anak tak pelit untuk mengeluarkan senyuman manja dan senyuman semangatnya untuk meraih apa yang dia impikan. Impian sebenarnya sedang ada pada kita, tapi impian tak ingin cepat muncul dengan sendirinya. impian ingin muncul dengan kerja keras yang ada pada kita. Sang anak ingin menjadi seorang Guru, melihat cita-cita anaknya sang ayah kembali di kobarkan api membara yang ada pada dalam dirinya. 

Sang anak adalah sosok yang rajin, tekun dan ulet. Dia hidup dengan semangat tak kenal air mata dan sering memaknai jalan kehidupan dengan berbabagai hal. Dia juga sering teringat ibunya yang telah lama meninggalkannya, anak ini meneteskan air mata senyuman untuk membuat arwah ibunya tersenyum. Anak ini mempunyai kalimat untuk menikmati hidupnya.

“ Coba Kau Tertidur dan berdirilah di atas mimpimu dan berkata wahai ayah, ibu, alam anak mu ini sudah bisa tersenyum’’

perjuangan keluarga itu harus dengan kebesaran kasih sayang yang penuh, karena mereka akan saling mengisi,saling memberi semangat dan tetap berjuang.
 

Pagi selalu menemani sang surya, yang bersemangat menyinari. Siang selalu di temani oleh sinarnya yang panas, begitupun denfan sore selalu di temani oleh surya yang kelam dan mencoba untuk menjemput senja dengan sendu, pun dengan malam yang hanyut oleh sinar rembulan.

Sepertilah waktu dan hari itu yang selalu menjadi pasangan serasi, sedarah, dan seperjuangan . Waktu akan membersamai mimpi-mimpi, mengukur dan menarik perjuangan yang tak habis-habis. Demikianlah impian ayah dan anaknya, melahirkan senyum dan membagikannya kepada semua khalayakyang membutuhkannya. 


Demikianlah impian ayah dan anaknya, melahirkan senyum dan membagikannya kepada semua khalayakyang membutuhkannya.